Ada satu momen di bandara yang bikin gue sadar sesuatu. Tas gue berat, bukan karena baju banyak, tapi karena gue bawa hampir semua perangkat yang ada di rumah. Powerbank dua, kabel segenggam, laptop, tablet, kamera, sampai speaker bluetooth kecil yang ujung-ujungnya nggak pernah nyala. Sebulan terakhir gue coba eksperimen kecil: tinggalin sebagian perangkat itu di rumah, dan lihat apa yang berubah.
Hasilnya? Lumayan ngagetin. Bukan cuma soal berat tas yang berkurang, tapi kebiasaan gue di perjalanan ikut berubah. Ini cerita lengkapnya.
Berat tas turun, tapi yang lebih kerasa itu ritual packing-nya
Gue nggak pernah ngitung berapa kilogram perangkat yang biasa gue bawa. Tapi begitu powerbank besar, tablet, dan speaker kecil gue tinggal, tas langsung kerasa beda. Yang paling nyolok bukan angka di timbangan, tapi proses packing-nya jadi jauh lebih cepat. Dulu gue butuh waktu hampir setengah jam buat mastiin semua kabel ada di tempatnya. Sekarang cuma sepuluh menit, selesai.
Baca juga: Checklist Sebelum Beli: Air Fryer vs Oven Mini buat Dapur Mungil
Dan anehnya, gue jadi lebih jarang lupa sesuatu. Mungkin karena barangnya lebih sedikit, jadi otak nggak kebanyakan ngurusin checklist. Kamu yang sering bolak-balik luar kota pasti ngerti rasanya: makin banyak barang, makin gampang ada yang ketinggalan.
Perangkat yang gue tinggal, dan kenapa nggak ada yang gue sesalin
Ini bagian yang paling sering ditanyain teman gue. Perangkat apa aja yang akhirnya gue relakan di rumah?
- Powerbank 20.000 mAh. Beratnya lumayan, dan ternyata selama sebulan gue nggak pernah benar-benar butuh kapasitas sebesar itu. Charger HP biasa udah cukup buat perjalanan 1-2 hari.
- Tablet. Awalnya gue pikir bakal kangen nonton film di layar gede. Kenyataannya, di perjalanan gue lebih sering baca di HP atau malah tidur.
- Speaker bluetooth mini. Ini perangkat yang paling nggak kerasa hilangnya. Nggak pernah dipakai, bahkan waktu gue bawa pun.
- Kabel cadangan tiga buah. Sekarang gue bawa dua kabel dengan kualitas bagus, dan itu cukup.
- Kamera mirrorless. Ini yang paling berat hati. Tapi buat perjalanan pendek, kamera HP sekarang udah lebih dari cukup.
Yang menarik, nggak ada satu pun dari perangkat itu yang bikin gue ngerasa kehilangan sesuatu. Mungkin karena gue memang nggak pernah benar-benar butuh, cuma kebiasaan bawa aja.
Efek samping yang nggak gue duga: lebih fokus dan lebih santai
Ini yang bikin gue mikir ulang soal hubungan gue sama perangkat sehari-hari. Begitu barang bawaan berkurang, gue jadi lebih jarang ngutak-atik tas. Nggak ada lagi ritual ngecek powerbank masih penuh atau nggak, ngecek kabel mana yang kepake, dan seterusnya.
Yang gue pelajarin sebulan ini: perangkat yang kita bawa itu bukan cuma soal berat fisik, tapi juga berat di kepala.
Gue jadi lebih banyak ngobrol sama orang di perjalanan, lebih sering lihat sekitar, dan yang paling penting, nggak terus-terusan mikirin apakah semua barang gue aman. Kedengeran klise, tapi beneran kerasa.
Satu perangkat yang justru gue tambahin
Bukan semua pengurangan itu bagus. Ada satu hal yang gue tambahin setelah sebulan eksperimen: charger kecil dengan dua port. Ini simpel banget, tapi bikin gue nggak perlu bawa dua charger terpisah buat HP dan earbuds. Jadi total perangkat gue sekarang lebih sedikit, tapi fungsinya justru lebih efisien.
Buat kamu yang sering traveling, ini yang bisa kamu coba
Gue nggak nyuruh kamu langsung ninggalin semua perangkat di rumah. Tapi coba deh, minggu depan, tinggalin satu atau dua barang yang biasanya kamu bawa padahal jarang kepake. Rasain sendiri apakah kamu beneran kangen atau nggak.
Dari pengalaman gue, perangkat sehari-hari itu punya cara halus buat bikin kita ngerasa butuh, padahal seringnya cuma kebiasaan. Sebulan ninggalin beberapa di rumah cukup buat gue sadar bedanya. Dan sekarang, tiap kali mau packing, gue selalu nanya satu hal ke diri sendiri: ini beneran bakal gue pakai, atau cuma biar tas gue keliatan siap?
Kalau jawabannya ragu-ragu, ya udah, tinggal di rumah aja. Tas lebih ringan, kepala juga lebih ringan.